SUKSESI RAPI Jateng ….. ? Why not ………?

Oleh : Wawan Wiyono (JZ 11 PSE)
Nana Swara Sama (JZ 11 NSS)

BERBEDA dari organisasi sosial kemasyarakatan fungsional (orsosmasinal) lain, Musyawarah Daerah (Musda) Radio Antar-Penduduk Indonesia (RAPI) Jateng tak memiliki genta. Meski pelaksanaan sudah dekat, Minggu, 9 November 2008, suasana tetap senyap-senyap saja. Sehubungan dengan kondisi seperti itu, belakangan muncul kecurigaan dari sejumlah anggota bahwa hal tersebut sengaja dikondisikan oleh jajaran pengurus daerah agar dalam Musda tersebut tidak bergulir wacana suksesi. Tudingan atau kecurigaan tersebut cukup masuk akal, mengingat hingga detik terakhir ini belum satu pun nama kader potensial diorbitkan sebagai calon/ kandidat pengganti ketua lama, Ahmad Soerjobroto (JZ11AAQ). Premis mayor tersebut bertambah kuat, menyusul digelarnya musyawarah wilayah (muswil) di beberapa kabupaten/ kota di Jateng beberapa hari menjelang Musda. Fakta itu diindikasikan sebagai upaya pengurus lama menggalang “kekuatan”, agar para pengurus wilayah yang terpilih dan dilantik melalui muswil tetap setia “mengantarkan” Ahmad Soerjobroto sebagai Ketua RAPI Jateng untuk kali kesekian. Kalau sorotan bersemantis apriori itu benar adanya, patutlah disesalkan. Sebab, itu berarti di dalam RAPI Jateng tak pernah ada upaya konsolidasi menyeluruh demi kemajuan organisasi dan anggota. Keadaan itu akan berakibat fatal, seperti yang selama ini terjadi, yaitu ketiadaan regenerasi secara terprogram, lemah dan ketersendatan akses pelayanan kepada anggota, keterbelengguan transparasi pada sistem adminstrasi organisasi, dan kemerosotan prestasi maupun popularitas RAPI.

Kandidat

Menyikapi fakta-fakta itu, semua pihak –terutama para juliet zulu (sebutan untuk anggota) di Jateng, harus berani menggelindingkan wacana lain yang lebih segar demi terwujudnya sebuah sukses di organisasi komunikasi beranggotakan sekitar 15 ribu breaker (penghobi komunikasi frekuensi) itu. Memang benar, proses dan program regenerasi di RAPI Jateng tidak berjalan sebagaimana mestinya. Tapi itu tidak berarti “tertutup” bagi wacana maupun langkah suksesi yang selama ini diidamkan banyak pihak. Sebab, meskipun tanpa sentuhan manajemen organisasi, di organisasi itu secara alami muncul kader-kader militan yang kompetentif dan potensial. Kader-kader itulah, yang diharapkan dalam musda di Gedung Dharma Wanita Semarang nanti berani tampil dan siap menjadi kandidat ketua, menggantikan Ahmad Soerjobroto, memimpin RAPI Jateng empat tahun ke depan. Mereka adalah H Sutriono Kosim (JZ11GRX, Ketua Wilayah Kota Semarang), Agus Mulyadi (JZ11BIA -pengurus daerah), Koesdiardjo (JZ11BUL, Cilacap), Parlin Siagian (JZ11BOS, pengurus daerah), Agus Imam Nurhady (JZ11APQ, sekretaris daerah), Marianus Gunawan (JZ11MIL, Ketua Wilayah Pati), Joko Edan (JZ11GFL, dalang kondang), Bambang Riswanto (JZ11GAZ, Jepara), dan Andi (JZ11ADD, Sukoharjo).

Agenda Pembenahan


Dalam kurun waktu 15 tahun terakhir, RAPI Jateng mengalami pasang surut dalam menjalankan roda organisasi. Bisa dinilai secara individual gerak anggota masih eksis, namun secara kelembagaan organisasi itu masih berjalan di tempat.
Merupakan tanggung jawab dan kewajiban bagi para kader terbaik yang terpilih sebagai pengurus daerah di Musda VI tersebut, untuk membenahi kekurangan organisasi yang selama ini mengganjal di hati para juliet zulu di Jateng. Agenda kegiatan yang perlu diprogramkan antara lain, pengadaan sekretariat tetap, perbaikan sistem dan prosedur pelayanan anggota, transparasi manajemen, pembenahan mekanisme dan sistem administrasi, serta kreasi operasional dalam kaitannya dengan kerja sama yang melibatkan pihak luar (mitra kerja), Agenda-agenda tersebut, bila disepakati dan berhasil dituangkan dalam program kerja, dengan sendirinya akan menjadi hadiah spesial dan berharga bagi organisasi komunukasi tersebut. Sebab, sehari kemudian RAPI berulang tahun ke-28. Organisasi itu lahir berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perhubungan (SK Menhub) Nomor S1.11/ HK.501/ Phb-80 bertanggal 6 Oktober 1980. Adapun pelaksanaannya diatur dengan SK Dirjen Pos dan Telekomunikasi (Postel) Nomor 125/ Dirjen/ 1980 bertanggal 10 November 1980, yang menetapkan keputusan tentang Pendirian dan Pengangkatan Pengurus Pusat Radio Antar-Penduduk.
Mengacu kepada dua keputusan itu, maka 10 November 1980 ditetapkan sebagai tanggal kelahiran dan berdirinya organisasi komunikasi RAPI; dan sejak saat itulah RAPI mulai berkiprah dalam pembangunan nasional melalui kegiatan bantuan komunikasi (bankom) serta kegiatan sosial kemasyarakatan, kepramukaan, olahraga, dan lain-lain. Pewacanaan substantif yang terpenting hingga saat ini adalah bahwa organisasi komunikasi RAPI telah diakui dan disahkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai satu-satunya wadah resmi bagi pemilik izin komunikasi radio antarpenduduk (Ikrap).
RAPI merupakan organisasi kemasyarakatan yang didasari oleh kesamaan kegemaran berkomunikasi dan tidak memihak kepada salah satu organisasi sosial politik.

Aset Pemda

Di Provinsi Jawa Tengah, jumlah anggota RAPI saat ini lebih dari 15.000 orang (breaker), tersebar di 35 wilayah kabupaten dan kota. Tak dapat dimungkri, fakta itu merupakan aset sekaligus potensi yang cukup signifikan bagi gerakan kemanusiaan di provinsi tersebut, sekaligus menjadi salah satu sumber pendapatan daerah (PAD).
Untuk mendapatkan izin penguasaan perangkat komunikasi, setiap anggota diwajibkan membayar ke pemerintah melalui giro Dinas Perhubungan sebesar Rp 27.500 per tahun. Fakta di Jateng menunjukkan, setiap tahun jumlah anggotanya selalu bertambah dan semakin banyak. Menguak perjalanan organisasi itu, terlihat sudah banyak bakti kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dilakukan oleh anggotanya di Provinsi Jateng, terutama dalam kaitannya dengan upaya memenuhi kebutuhan telekomunikasi menyangkut misi sosial dan kemasyarakatan. Segala kiprah yang merupakan penjabaran sekaligus implementasi dari Panca Bakti RAPI itu antara lain berupa bankom di saat pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan kepala daerah (pilkada), bankom arus mudik/balik Lebaran, bankom pemberangkatan dan kepulangan haji, serta bantuan kesiapan dan penyiapan komunikasi cadangan dalam keselamatan jiwa manusia (SAR), ketertiban masyarakat, bencana alam, dan kecelakaan. Selamat bermusda, dan selamat panjang umur RAPI Jateng.
Bravo di udara, jaya di darat!(68)

Wawan Wiyono (JZ11PSE), Wakil Ketua Wilayah RAPI Kota Semarang, Nana Swara Sama (JZ11NSS), anggota RAPI ZWA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: