WACANA LOKAL TEGAL

Nyoblos apa kerja ? Hari Minggu, 26 Oktober 2008, bagi warga Kab Tegal, Kota Tegal, Kab Magelang dan Karanganyar adalah hari pesta demokrasi lokal, dimana mereka akan memilih Bupati dan Wakil Bupati untuk memimpin lima tahun kedepan daerah yang mereka tempati.Kalau orang Tegal bilang, duwe gawe gedhe gehdenan, dimana semua warga diminta partisipasinya untuk mensukseskan tahapan tahapan pesta demokrasi, mulai pendataan, pendaftaran calon, kampanye sampai nanti waktu puncaknya Pemilihan pada hari minggu tanggal 26 oktober 2008.Bagi pegawai negeri sipil /PNS atau pun pegawai swasta yang memberlakukan hari libur kerja mereka hari minggu tidak menjadi masalah, karena tanggal 26 oktober pas jatuh hari minggu. Mereka tidak bekerja dan tidak bakal dipotong gajinya. Sehingga mereka bisa mengikuti pemilihan dengan tenang. Masalahnya bagi meraka, si Paing, yu Jamil atau um Sunar yang bukan PNS. Mereka yang bekerja sebagai tukang becak, bakul dawet, supir angkot yang harus bekerja untuk mencari sesuap nasi. Atau mas Sigit, mbak Atun, atau yu Watri yang bekerja di luar daerah sebagai kuli bangunan, rewang/pembantu rumah tangga, dodolan warteg, atau apapun istilahnya pokoke bagi meraka yang bekerja di luar daerah tegal.

Tukang becak kalau tidak narik , anak istri mereka mau di beri makan apa. Penjual dawet, mereka harus banting tulang keliling desa untuk menjual dawet demi sesuap nasi. Jika mereka libur, apakah makan mereka juga akan libur. Mereka tidak mengenal hari libur, laka dina patheken, libur berarti puasa. Bagi mereka yang bekerja diluar daerah tegal, untuk sekedar pulang trus nyoblos,…ora mungkin gelem, ngentek ngentekna duit thok.Mendingan nggo umpul umpul sangu balik bada taun ngarep.
Dilema memang untuk membangun kesadaran masyarakat dalam berdemokrasi, urusan perut mengalahkan segalannya, urusan perut nomer satu, demokrasi nomer sekian.

Untuk daerah pantura seperti Kota Tegal dan Kabupaten Tegal sangat terasa sekali penolakan mereka. jika meraka harus mandeg sadina nggo nyoblos thok,…pikiri apa. Mendingan mangkat nyambet gawe olih duit. Nggo apa melu rebut mikiri bupati. Ngko ya sing dadi ora bakal kemutan pendukunge.Sekarang tugas kita bersama sebagai bagian dari warga negara yang baik untuk ikut membantu pemerintah mensosialisasikan kepada mereka tentang hak dan kewajiban warga negara dalam pesta demokrasi. Bukan hanya KPU, Pemda setempat tetapi semua komponen masyarakat agar mereka sadar, pilihan mereka saat ini untuk kemajuan daerah lima tahun mendatang, kalau calon yang terpilih nanti adalah benar benar pilihan rakyat niscaya akan membawa kemajuan, yang nantinya akian memberi kesejahteraan bagi masyarakat yang tinggal di daerah itu.

Saiki pertanyaan nyoblos apa kerja ?, jawabane kaya kiye, bar nyoblos bisa nudugena nyambet gawe, aja ngandi kelantar nyambet gawe gara gara melu coblosan. Sing kerja ning jakarta tenang bae sih. Biasane ana dewa penolong sing ujug ujug njemput. Biasane calon bupati kuwe ngerahna anak buah nggo njemput pendukunge sing ana ning jakarta pulang pergi, trus sstttt,…biasane disangoni.apa ora kepenak, wis semene bae, pan nyoblos ora ?…………….

Wildan Hermawan.JZ 11 JTI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: